LAPORAN HASIL PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN
PEREDARAN DARAH PADA KECEBONG
(Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah
Fisiologi Hewan)
Di susun oleh :
Yoga gunawan 12542005
Gilang ramadan 12542003
Denis alvis saputra 12541042
Dini yulistria 12541053
Teguh pribadi 12541045
Sofi sopiah 12541039
Ahmad safari
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP GARUT
MEKANISME PEREDARAN DARAH PADA KECEBONG
A. TUJUAN PENELITIAN
Untuk
mengamati proses peredaran darah serta menentukan dan
membedakan pembuluh darah arteri dan vena pada Kecebong .
B. ALAT DAN BAHAN
Alat
:
·
Mikroskop
·
Preparat
·
Kamera
Bahan :
·
1 ekor Kecebong
yang belum memiliki kaki
C. DASAR TEORI
Sistem
peredaran darah memerlukan alat- alat khusus seperti jantung dan pembuluh
darah. Alat - alat
tersebut bekerja sama dalam suatu sistem, yaitu sistem peredaran darah.
Vena merupakan pembuluh darah yang
mengalirkan darah dari kapiler ke jantung.
Vena yang mengalirkan darah dari
seluruh tubuh ke jantung melalui ventrikel kanan
adalah vena kava. Sedangkan Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan
darah dari jantung ke jaringan. Arteri terletak
lebih ke dalam dari permukaan
tubuh. Arteri yang keluar
dari Atrium akan mengalirkan darah yang kaya oksigen
ke seluruh tubuh.
Sistem peredaran darah berupa sistem peredaran darah tertutup yang dikelompokkan
menjadi sistem peredaran
darah tunggal dan sistem peredaran darah ganda.
Dinamakan sistem peredaran darah
tertutup karena darah mengalir dalam pembuluh
darah. Sistem peredaran
darah tunggal adalah peredaran darah melalui jantung hanya
satu kali peredaran.
Sedangkan sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua
kali dalam
satu kali peredaran, pertama, darah dari jantung menuju ke paru - paru kemudian
kembali ke jantung.
Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung
dan diedarkan
kembali ke seluruh tubuh.
Sistem peredaran darah pada kecebong
merupakan sistem peredaran darah tunggal
.
Pada masa larva (berudu/kecebong) , sistem peredaran transportasinyamenyerupai sistem
teransportasi pada ikan .
Setelah mengalami metemorfosis menjadi katak , sistem
transportasinya mengalami perubahan sesuai dengan kehidupan dilingkungan darat .
Jantungkatak terdiri dari 3 ruangan ,
yaitu : vebtrikel , atrium kiri dan kanan .
Mekanismenya
peredarannya yaitu : seluruh darah yang masuk ke jantung melalui vena
mempunyai kadar oksigen yang rendah dan
karbondioksida yang tinggi. Otot bilik
akan
memompa darah keluar dari jantung lewat arteri menuju kapiler didalam insang . Daerah
insang merupakan tempat terjadinya
pertukaran gas : karbon dioksida
dibebaskan , dan
oksigen diikat .
Darah yang mengandung banyak oksigen
kemudian mengalir menuju kapiler
sistematik,
yaitu kapiler yeng menyebar ke seluruh tubuh. Darah dari sel-sel tubuh
dikumpulkan ke vena. Seiring dengan waktu ,
darah yang miskin oksigen dari berbagai
jaringan mengalir ke sinus venosus menuju atrium kanan.Darah dari atrium kanan mengalir
ke
ventrikel ,kemudian menuju ke arteri pulmonalis dan masuk k insang. Di insang
dilepaskan karbon dioksida dan diikat
oksigen. Dari insang , darah mengalir ke
vena
pulmonalis kemudian menuju atrium kiri .Peredaran
darah yang terjadi ini merupakan
peredaran darah kecil . Selanjutnya darah dari atrium kiri mengalir ke ventrikel dan terjadi
pencampuran oksigen .Dari ventrikel , darah keluar melalui batang nadi ke aorta yang
bercabang ke kiri dan ke kanan.
Masing-masing aorta ini bercabang menjdai 3 arteri pokok;
1. Arterior : mengalirkan darah ke kepala
dan otak
2. Lengkung aorta : mengalirkan darah
jaringan internal dan alat dalam tubuh
3. Arteri posterior : mengalirkan darah ke
kult dan insang/paru-paru
Arteri
adalah pembuluh darah dengan tekanan yang besar, sehingga memungkinkan
mengedarkan darah ke seluruh
tubuh.
D. LANGKAH KERJA
1. Kecebong diambil kemudian bius selama 5 detik dengan
menggunakan alkohol 70%.
2.
Kecebong yang sudah
di bius kemudian diambil dan diletakan miring di preparat .
3. Simpan di meja mikroskop dan amati peredaran darah serta
pembuluh vena dan arterinya .
E. HASIL PENGAMATAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
E. PEMBAHASAN
Untuk
pembahasan pada praktikum ini dengan menggunakan 1 ekor kecebong ialah :
Saat diamati di bawah mikroskop , dapat dilihat bahwa pembuluh
darah yang memiliki dinding tebal, diameter yang besar , dan mengalirkan darah
dengan cepat itu memiliki arah gerakan dari kepala menuju ke ekor atau ke
seluruh tubuh .Pembuluh darah tersebut dinamakan pembuluh arteri , yang
memiliki kecepatan dalam mengedarkan darah karena pembuluh darah tersebut
memiliki tekanan yang lebih besar dan tugasnya untuk mengedarkan darah ke
seluruh tubuh.
Sedangkan pembuluh darah yang memiliki dinding tipis ,
diameter pembuluh yang kecil dan mengalirkan darah dengan lambat memiliki arah
gerakan dari ekor menuju ke kepala atau dari tubuh ke jantung , hal ini
dikarenakan pembuluh tersebut memiliki dinding yang tipis sehingga tekanan yang
dihasilkan kecil .
F . KESIMPULAN
Setelah
melakukan penelitian kali ini , kami dapat menyimpulkan bahwa aliran darah
kecebong pada arteri memiliki arah gerak dari kepala menuju ekor , atau dari
jantung ke seluruh tubuh . Dan pada pembuluh darah vena alirannya dari ekor
menuju kepala atau menuju jantung . Selain itu kami juga dapat menyimpulkan
bahwa pembuluh arteri memiliki dinding yang tebal sehingga menghasilkan tekanan
yang besar untuk mampu mengedarkan darh ke seluruh tubuh dengan cepat.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar